Sentimen pasar kripto kembali diuji setelah pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang lesu dalam beberapa pekan terakhir. Dalam wawancara eksklusif terbaru dengan Cointelegraph, seorang analis dan trader profesional ternama, Alessio Rastani, menyuarakan peringatan bahwa aset digital terdepan ini mungkin belum menemukan titik terendahnya dan berpotensi untuk menguji—bahkan jatuh di bawah—level psikologis penting $60,000 sebelum pemulihan berkelanjutan dapat dimulai.
Membaca Peta Teknis: Mengapa $60,000 Sangat Krusial?
Level harga $60,000 untuk Bitcoin bukanlah angka sembarangan. Menurut Rastani, level ini mewakili area support teknis utama yang telah diuji beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Dalam analisis teknis, area support seperti ini berperan sebagai "lantai" yang menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam. Jika level ini bertahan, hal itu bisa menjadi dasar untuk konsolidasi dan rally berikutnya. Namun, jika BTC secara konsisten menutup perdagangan di bawah level ini (terutama pada kerangka waktu seperti harian atau mingguan), hal itu dapat memicu gelombang penjualan lebih lanjut. Penembusan di bawah $60K dapat membuka jalan menuju pengujian support berikutnya di kisaran $58,000 hingga $55,000, yang merupakan zona penting lainnya bagi para trader.
Faktor Fundamental yang Memberikan Tekanan
Peringatan Rastani tidak hanya berdasarkan grafik semata. Dia menekankan bahwa sejumlah faktor fundamental turut membebani pasar. Pertama, kebijakan moneter global yang ketat dari bank sentral utama, seperti The Fed, yang mempertahankan suku bunga tinggi untuk melawan inflasi, terus menarik likuiditas dari aset berisiko tinggi, termasuk kripto. Kedua, aliran keluar dari dana ETF Bitcoin spot AS yang baru setelah periode masuk yang masif menunjukkan adanya profit-taking dan penurunan permintaan institusional dalam jangka pendek. Kombinasi antara tekanan makroekonomi dan dinamika permintaan-penawaran spesifik di ekosistem kripto ini menciptakan lingkungan yang menantang bagi BTC untuk melakukan rally tajam.
Apa yang Diharapkan Trader dan Investor?
Untuk komunitas kripto, pandangan seperti ini berfungsi sebagai pengingat penting tentang volatilitas pasar yang melekat. Rastani menyarankan agar investor jangka panjang (HODLers) memandang potensi penurunan lebih lanjut sebagai peluang akumulasi bertahap (Dollar-Cost Averaging) pada aset berkualitas seperti Bitcoin, dengan catatan strategi investasi dan risk management mereka telah matang. Sementara itu, trader jangka pendek disarankan untuk sangat berhati-hati, meningkatkan pengelolaan risiko, dan memperhatikan konfirmasi dari volume perdagangan jika level $60,000 diuji. Kunci di sini adalah kesabaran dan disiplin, menunggu pasar menunjukkan sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar.
Secara keseluruhan, meskipun outlook jangka pendek tampak berawan, banyak analis sepakat bahwa siklus bull Bitcoin belum tentu berakhir. Koreksi yang sehat setelah kenaikan yang signifikan adalah hal yang normal dalam pasar finansial. Pemantauan ketat terhadap level $60,000, dikombinasikan dengan perkembangan makroekonomi dan aliran dana institusional, akan memberikan petunjuk vital tentang arah tren Bitcoin selanjutnya dalam beberapa minggu mendatang.